TOPENG JAMBUWER 2026: "LAHIRE NAGA TAHUN", KEBANGKITAN SEMANGAT PELESTARIAN BUDAYA LELUHUR
- Jun 06, 2026
- SUJARNO
Jambuwer, 20 Juni 2026 – Setelah cukup lama vakum akibat kehilangan sosok maestro Tari Topeng Malang, almarhum Bapak Barjo, Sanggar Tari Topeng Galuh Candra Kirana kembali menghadirkan pergelaran budaya yang sarat makna. Mengusung tajuk "Lahire Naga Tahun", kegiatan ini akan dilaksanakan pada hari Sabtu, 20 Juni 2026, bertempat di Balai Desa Jambuwer.
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi masyarakat Desa Jambuwer untuk mengenang jasa dan dedikasi almarhum Bapak Barjo yang selama hidupnya telah mengabdikan diri dalam pelestarian seni Tari Topeng Malang. Selain sebagai bentuk penghormatan kepada sang maestro, acara ini juga menjadi simbol kebangkitan kembali semangat berkesenian dan pelestarian warisan budaya leluhur.
Rangkaian acara akan diawali pada pagi hari dengan kegiatan nyadran ke makam almarhum Bapak Barjo, sebagai bentuk penghormatan dan doa bersama untuk mengenang jasa beliau dalam menjaga dan mengembangkan kesenian Topeng Malang di Desa Jambuwer.
Selanjutnya, pada siang hari akan dilaksanakan nyadran danyang desa yang dilanjutkan dengan kirab tumpeng sebagai wujud rasa syukur masyarakat atas keberkahan dan keselamatan yang diberikan kepada desa. Tradisi ini menjadi bagian penting dalam menjaga nilai-nilai kearifan lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Sebagai puncak acara, pada malam hari akan digelar Gebyak Topeng Malang yang melibatkan para penari Desa Jambuwer serta para tamu undangan dari berbagai komunitas seni dan budaya. Pertunjukan ini diharapkan menjadi ruang ekspresi sekaligus sarana regenerasi bagi para pelaku seni tradisional agar kesenian Topeng Malang tetap hidup dan berkembang di tengah masyarakat.
Kegiatan "Lahire Naga Tahun" merupakan gagasan dan inisiatif dari Bapak Sumar Sono, yang memiliki kepedulian besar terhadap kelestarian budaya lokal. Melalui kegiatan ini, beliau berharap semangat perjuangan almarhum Bapak Barjo dapat terus diwariskan kepada generasi muda, sehingga seni Topeng Malang tetap menjadi identitas budaya yang membanggakan bagi masyarakat Desa Jambuwer.
Dengan terselenggaranya acara ini, masyarakat diharapkan dapat semakin mencintai, menjaga, dan melestarikan warisan budaya leluhur sebagai bagian dari jati diri bangsa. "Lahire Naga Tahun" bukan sekadar pergelaran seni, melainkan sebuah ikhtiar bersama untuk menghidupkan kembali semangat budaya yang telah diwariskan oleh para pendahulu.