Warga Dusun Glagaharum Gelar Selamatan Malam 1 Suro di Perempatan Jalan Desa: Simbol Syukur dan Permohonan Perlindungan
- Jun 27, 2025
- SUJARNO
Dusun Glagaharum, Desa Jambuwer – Jumat Kliwon, 27 Juni 2025
Tradisi spiritual kembali hidup di tengah masyarakat Dusun Glagaharum saat beberapa warga menggelar selamatan malam 1 Suro di perempatan jalan desa. Acara ini berlangsung pada malam Jumat Kliwon, 27 Juni 2025, sebuah malam yang diyakini sakral dalam tradisi kejawen, sekaligus menandai masuknya bulan Suro atau Tahun Baru Jawa.
Biasanya, masyarakat Jawa menyambut malam 1 Suro dengan menyajikan bubur suro, yang terdiri dari sepuluh jenis makanan yang digabung dalam satu sajian. Kombinasi ini melambangkan kesempurnaan hidup, keseimbangan, dan harapan akan keberkahan. Namun, pada selamatan kali ini, warga Glagaharum dengan penuh kesederhanaan hanya menyajikan nasi kuning, telur goreng, sambal goreng tempe, kacang goreng, dan ikan teri.
Meski dengan sajian yang lebih terbatas, makna spiritual tetap kuat terasa. Nasi kuning melambangkan kemuliaan dan harapan baik, sedangkan lauk pauk yang sederhana mencerminkan kerendahan hati serta kehidupan yang cukup dan bersyukur.
Acara diawali dengan pembacaan tahlil dan doa bersama, dipimpin oleh tokoh masyarakat. Warga duduk melingkar di perempatan jalan desa, tempat yang secara spiritual dipercaya sebagai simpul energi desa—melambangkan titik awal dan penjuru kehidupan yang perlu dijaga dari segala gangguan dan malapetaka.
Suasana khidmat sangat terasa. Di bawah cahaya lampu jalan yang temaram, suasana sunyi malam berubah menjadi sakral. Tidak terdengar suara bising, hanya lantunan doa dan harapan agar seluruh warga diberi keselamatan, kesehatan, dan perlindungan dari segala bentuk bahaya di tahun yang baru.
Tradisi ini, meski dilakukan oleh sebagian kecil warga, menjadi bukti nyata bahwa nilai-nilai adat dan spiritual masyarakat Jawa masih hidup dan dijaga. Kesederhanaan bukan menjadi penghalang untuk terus merawat budaya, justru menjadi cermin keikhlasan dan kekuatan doa bersama.
Dengan semangat kebersamaan, tradisi selamatan malam 1 Suro ini menjadi warisan budaya yang memperkuat ikatan sosial dan spiritual warga Dusun Glagaharum, agar terus hidup harmonis dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa.