Tradisi Suguhan Danyangan: Wujud Syukur Kepada Leluhur Desa Jambuwer
- May 18, 2025
- SUJARNO
Suguhan Danyangan: Tradisi Syukur Warga Jambuwer kepada Leluhur Pembabat Alas
Desa Jambuwer, yang terletak di kaki gunung dengan suasana pedesaan yang kental akan nilai-nilai budaya dan spiritual, kembali menggelar tradisi tahunan Suguhan Danyangan sebagai bentuk rasa syukur dan penghormatan kepada leluhur—para mbabat alas—yang diyakini sebagai cikal bakal berdirinya desa.
Dalam kepercayaan masyarakat setempat, Danyangan adalah tempat sakral yang menjadi simbol keberadaan para pendiri desa, tempat bersemayamnya roh leluhur yang menjaga dan memberkahi tanah serta kehidupan warga. Di Desa Jambuwer sendiri, terdapat tiga danyangan utama, yakni:
1. Danyangan Jambuwer, yang menaungi wilayah Krajan dan Glagaharum
2. Danyangan Rekesan, yang mencakup dusun Rekesan dan Cakruan
3. Danyangan Bulupogog, sebagai danyangan yang berdiri sendiri namun tak kalah penting dalam sejarah desa
Setiap tahun, kegiatan Suguhan Danyangan dilaksanakan bersamaan dengan acara Bersih Dusun. Namun pada tahun ini, kegiatan tersebut menjadi lebih istimewa karena bertepatan dengan Bersih Desa, sehingga selamatan dilaksanakan secara serentak di ketiga danyangan.
Rangkaian acara dimulai sejak pagi hari. Warga dengan antusias datang berbondong-bondong ke lokasi danyangan membawa asahan, berupa nasi dan lauk-pauk, sebagai wujud sedekah dan rasa syukur. Suguhan utama berupa nasi ingkung—ayam utuh yang dimasak secara khusus—beserta uborampe (kelengkapan sesaji) seperti bunga, kemenyan, dan jajanan tradisional, disiapkan dan disusun rapi di pelataran punden.
Prosesi adat dimulai dengan doa-doa yang dilantunkan dalam bahasa Jawa, dipimpin oleh sesepuh desa dan tokoh adat. Yang menarik, kegiatan ini juga disertai dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur'an, mencerminkan harmonisasi antara adat leluhur dan nilai-nilai Islam yang hidup berdampingan di tengah masyarakat Jambuwer.
Suasana sakral dan khidmat menyelimuti setiap titik danyangan. Tidak hanya menjadi ajang spiritual, suguhan danyangan juga menjadi momen memperkuat kebersamaan, gotong royong, dan rasa memiliki antarwarga terhadap sejarah dan warisan budaya desa mereka.
Melalui tradisi ini, masyarakat Desa Jambuwer terus menjaga kearifan lokal, menyambung tali silaturahmi antar generasi, serta memperkokoh hubungan spiritual dengan alam dan leluhur sebagai bentuk penghormatan dan permohonan berkah untuk kehidupan yang lebih baik di masa depan.