Bangun Kesiapsiagaan Satlinmas dan Relawan Hadapi Bencana di Wisata Edukasi Jowaran
- Nov 06, 2025
- SUJARNO
Jambuwer, 5 November 2025 — Pemerintah Desa Jambuwer menggelar kegiatan “Membangun Kesiapsiagaan Satlinmas dan Relawan dalam Menghadapi Bencana Alam dan Non Alam” yang berlangsung di Wisata Edukasi Jowaran, Kecamatan Kromengan, Rabu (5/11/2025).
Kegiatan ini diikuti oleh anggota Satlinmas, relawan desa, serta perwakilan masyarakat yang peduli terhadap penanggulangan bencana. Tujuannya untuk memperkuat pemahaman dan kemampuan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana baik alam maupun non-alam.
Acara dibuka dengan sambutan Kepala Desa Jambuwer, Mujiono, S.Pd, yang menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah desa, kecamatan, dan masyarakat dalam membangun kesiapsiagaan bersama.
> “Satlinmas dan relawan harus menjadi garda terdepan ketika terjadi bencana. Kesiapsiagaan dimulai dari desa, melalui pelatihan dan pemetaan wilayah rawan,” ujar Mujiono.
Selanjutnya, kegiatan resmi dibuka oleh Camat Kromengan, Stefanus Lodewyk Horsayk, S.IP., M.H, yang sekaligus bertindak sebagai moderator. Dalam arahannya, Stefanus menekankan bahwa pelatihan seperti ini menjadi bentuk nyata kesiapan pemerintah daerah dalam menciptakan masyarakat tangguh bencana.
Beberapa narasumber turut hadir memberikan pemaparan dalam kegiatan tersebut.
Fakih Pilihan menyampaikan materi tentang pentingnya mapping sebagai langkah awal dalam penanggulangan bencana. Ia menekankan bahwa pra-bencana merupakan fase penting yang mencakup pencegahan dan kesiapsiagaan.
Syaifful Rosyid dan Aris Waskito memaparkan peran pembangunan dan infrastruktur yang berwawasan mitigasi bencana, agar setiap pembangunan tetap aman dan berkelanjutan.
Dr. Miskat, S.H., M.H menyoroti sinergitas antara wakil rakyat dan masyarakat. Ia menegaskan bahwa kunjungan wakil rakyat ke daerah bukan hanya sebagai jaring aspirasi, tetapi juga jaring inspirasi untuk memperkuat kolaborasi dalam penanggulangan bencana.
Kegiatan berlangsung dengan antusias. Peserta aktif berdiskusi dan berbagi pengalaman terkait penanganan bencana di wilayah masing-masing.
Melalui pelatihan ini, Satlinmas dan relawan diharapkan semakin siap dan sigap menghadapi situasi darurat, serta menjadi pelopor dalam membangun ketangguhan masyarakat desa terhadap bencana.